Bantu kami dengan mematikan Adblock mu dan mengklik iklan dibawah ini -------------- Chapter 4: Perburuan Orc bagian II Orc berjalan melalui jalan terbuka dengan penuh percaya diri sambil membawa gada kasarnya. Dia berjalan seolah-olah dia tau bahwa dirinya sendiri adalah seekor predator. Tapi sayangnya, siapa yang bisa menyalahkan itu? Kepercayaan diri melahirkan kepribadian. Dan juga memungkinkan untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan. Namun hari ini, berbeda. Karena, Orc itu menuju Jebakan yang kami siapkan kemarin malam. Bersembunyi diantara semak-semak, aku menunggu-nunggu kematiannya. “Guu..” Tapi hanya selangkah sebelum dia menginjak perangkap, Orc yang tampak seperti tidak punya sedikitpun otak didalamnya, tiba-tiba berhenti. Hidungnya berkedut, Orc itu mewaspadai sekitarnya saat keringat dingin keluar dari tubuhnya. Didalam kepalaku, aku hanya bisa berharap Orc itu akan segera bergerak. “Guoruoo!” Raung Orc. Baru saat aku berpikir kami mungkin akan ketahuan...